Sanggar Ikhtiar sedang bersiap berkegiatan lagi. Jadwal baru segera diumumkan. Ikuti kabar lewat WhatsApp →
ID EN
Akan datang Khusus undangan Diskusi · Lainnya · Pemetaan · SEKOCI · Belajar · Care Works · Memetakan · Mengarsip

SEKOCI: SEJIWA

Waktu
23 Oktober 2026 – 25 Oktober 2026
Tempat
Gubuk Song Meri

Acara ini khusus undangan, jadi tidak ada pendaftaran. Ingin diundang di kesempatan berikutnya? Kabari kami lewat WhatsApp.

SEKOCI (Sesi Kolaborasi, Cerita, dan Inspirasi)
SEJIWA di Pacitan, Jawa Timur
Bagian dari The Coastal Community Conference
23-25 Oktober 2026
Pacitan, Jawa Timur, Indonesia

Setelah dua tahun berproses bersama, Sesi Kolaborasi Cerita dan Inspirasi (SEKOCI) lahir sebagai ruang jumpa regional bagi komunitas setempat dengan ikatan seniman, pegiat lingkungan, dan pelaku perubahan segara-gunung yang tergabung dalam keluarga Coastal Community Conference (CCC)

Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia dan memiliki garis pantai yang panjang, Pacitan secara geografis adalah daerah maritim. Namun, secara kultural masyarakatnya tumbuh dengan akar agraris yang kuat. Kehidupan dibalik bentang alam pegunungan kapur (karst) membentuk kebiasaan konsumsi yang lebih akrab dengan hasil bumi—seperti tempe, tahu, dan tiwul—ketimbang hasil laut. Ini menunjukkan bahwa identitas satu kultur adalah sebuah hasil konstruksi sosial dari narasi sejarah, bukan sekadar lembar data geografis atau kondisi alam
mentah. Alam mungkin menyediakan ruang fisik, tetapi sejarahlah yang memberikan “jiwa” atau sense of place. Pada SEKOCI: Pacitan, Gubuk Song Meri berlaku sebagai tuan rumah yang mengajak kita untuk mengunjungi ruang- ruang yang berusaha memetakan, mengembangkan, menguatkan inisiatif gerakan akar rumput dari warga yang mengekspresikan ketahanan kultural melalui kerja-kerja di bidang pangan, literasi, konservasi, hingga pengarsipan budaya.

Melalui contoh kerja-kerja serupa dari kota wayang beber ini, kami mengajak tiga kota jejaring SEKOCI lainnya, untuk membersamai pegiat di Pacitan dapat memiliki referensi baru tentang cara
mengelola solidaritas warga, memetakan kekayaan budaya, dan membangun narasi lokal yang khas.

Yang terlibat